tabungan perasaan

kenangan-2

kenangan

berapa jumlah draft tulisan yang ada dalam media-arsip digital kalian?

hari-hari ini aku baru menyadari ada beberapa anomali yang ada dalam diriku, dari mulai kepekaan yang dibawah rata-rata, lebih senang menghadapi orang tua dibandingkan yang lebih muda, dan salah satunya adalah lebih gemar memendam meski pun banyak yang merasa aku lebih gemar bersuara.

belakangan aku menyadari ketika sedang mengalami masalah, atau menghadapi hal yang tidak biasa aku hadapi, aku lebih memilih mengambil jarak, lebih memilih berhenti daripada ketika berjalan lebih jauh ternyata menyakiti.

dalam diam inilah aku berpikir panjang, merenungi banyak hal, mencoba mengelola rasa sedemikian rupa.

sial, belakangan ketika aku sedang berhenti, justru beberapa masalah baru justru hadir dan menghampiri.

aku tersudut, aku kebingungan.

______

ada istilah menarik yang diperkenalkan Prof. Rhenald Kasali, non-infinito, kenyataan bahwa ternyata di dunia ini ada banyak hal yang tidak tertuntaskan, kadang ia harus dilanjutkan oleh para generasi setelahnya, atau sederhana, karya tersebut pada akhirnya tidak selesai.  berhenti dan dikenang dengan segala ketidaksempurnaannya.

mungkin dalam hubungan kita, antara kita dengan yang lain, antara kita dengan masalah-masalah kita. ada masa dimana kita pun harus menyadari bahwa kita tidak mungkin dapat menuntaskannya seratus persen.

bukan, bukan karena kita tidak berusaha, bukan pula karena kita belum melakukan yang terbaik yang kita bisa, rasanya lebih tepat jika langkah itu terhenti, atau tepatnya sengaja dihentikan semata karena merasa tidak selamanya segala sesuatu dapat berakhir dengan pelukan dan senyuman.

kita ini manusia, dengan segala keunikan didalamnya, kadang jadi menarik karena kita pun sering bertengkar bahkan sejak dalam alam pikiran kita.

harap dan cemas, berani sekaligus was-was, seringkali dalam hidup ini perasaan yang ada didalam diri kita tidak berdiri sendirian, dia selalu mengajak teman, membuat apa yang kita lakukan tidak mungkin berangkat dari tabula rasa namun seringnya berasal dari gejolak-gejolak tak kasat mata.

lambat tapi pasti, aku semakin memahami diriku.

mengapa pada akhirnya aku ternyata sering memendam, selain karena ternyata aku adalah introvert yang cukup akut, aku adalah orang yang masih memiliki trauma pada urusan perasaan yang terlalu.

aku takut menyakiti, aku takut disakiti.

sebuah kesimpulan yang akhirnya berhasil aku ambil, hasil ekstraksi yang melelahkan lagi menyita waktu cukup panjang.

sebuah kesimpulan yang rasanya semua orang pasti memiliki, pasti merasakan. tapi entahlah, aku pribadi baru berhasil mengenalinya sekarang.

_____

dan bahkan tulisan ini tadinya ingin dilanjutkan dengan beberapa tambahan bahasan, tapi lagi, rasa takutku masih mengalahkan.

maka kusudahi saja, sebelum keberanian ini tertutup lagi lalu terkubur kembali di lubang yang sama.

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s