kaptenmu

kita telah merapat di dermaga,
meski belum sempurna, tidak ada larangan untuk sekadar pergi berjalan menyusuri pantai.
sendiri atau berdua, dengan pasangan atau jadi orang ketiga.
nikmatilah pasir-pasir putih yang begitu lembut di telapak,
berjalan santai ditemani deburan ombak.
kaptenmu ini juga awalnya ingin menemani,
perjalanan kita kemarin belum mampu memperlihatkan seutuhnya kapten itu seperti apa.
maafkan,
kaptenmu ternyata memiliki badai dalam dirinya.
alih-alih menemani, aku lantas kunci satu ruangan kecil dalam bahtera kita.
alih-alih bersama bernyanyi ruang sendiri, aku justru benar-benar ciptakan jarak yang tidak biasa.
hari ini aku keluar dari ruangan itu,
telah kutanggalkan baju kebesaran serta jabatan,
aku hanya ingin kembali, telah kukendalikan badai-badai ini.
aku belajar, badai hanya bisa dikendalikan oleh mereka yang telah mengendalikan dirinya,
badai tidak bisa diusir, sebab ia bagian dari apa yang kita cinta,
badai tidak mengecil karena usaha kita, badai mengecil karena Tuhan melihat kita telah berusaha.
selamat pagi semuanya.
selamat mengendalikan badai-badai dalam hidup kita.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s